Cerita Bokep

Wanita Wanita Penyuka Bondage

Kali ini aku akan berbagi cerita sex pada kalian semua pecinta cerita dewasa , kau kira ini pengalaman yang asik dan unik juga, langsung saja perkenalkan namaku galih suatu hari karena gak ada kerjaan dirumah aku pergi ke mall sendirian , melihat sana sini tiba tiba aku pernak kenal dengan dia aku samperin rupanya benar dia adalah fresty teman sewaktu kuliah.

“Hai Fresty, nggak sangka ketemu kamu disini. Kok sendirian aja ?”, aku memulai sapaan.

“Hai Galih, iya nich… ” , katanya. Dia rupanya masih inget dengan nama pangilan aku.

Lalu kami berjalan berdua, melanjutkan melihat-lihat barang di mall.

Baca Juga: Hilangnya Perawanku Di Toilet Mall

“Kita ke mampir ke butik itu yuk… ada yang mau aku beli”, Fresty mengajak aku. Butik tersebut menjual semua kebutuhan wanita. Rupanya dia mau membeli BH, celana dalam, serta lingerie. Fresty hanya tersenyum, ketika melihat aku salah tingkah. Kemudian Fresty juga membeli ‘scarf / syal’ lima buah.

“Banyak banget kamu membeli scarf ?”, tanya aku.

“Ya, buat koleksi, soalnya aku suka banget dengan scarf”.

Lalu dipakainya scarf tersebut sebagai penutup kepala dengan kedua ujungnya diikat ke belakang, serta dia juga memakai kacamata hitam. Setelah lama berjalan-jalan, Fresty mengajak aku untuk mampir kerumahnya. Aku menolak. “Ayolah. Khan kita udah lama nggak ketemu.”, pinta Fresty.

“I…ya dech”, kata aku.

Singkat cerita, dirumah Fresty memang sepi. Fresty menjelaskan bahwa semua keluarganya ke luar kota.

“Sama siapa kamu dirumah selama bokap-nyokap belum pulang ?”, tanya aku.

“Aku di temani sama temen-temen aku. Semuanya cewek kok. Tuh… mereka ada di kamar aku”, tunjuk Fresty di salah satu kamar.

“Sebentar ya…. aku kenalin mereka.” Lalu keluar 2 cewek. Tapi aku terkejut ketika melihat salah satu temen Fresty. Ternyata dia adalah Lely mantan cewek aku dulu. “Ini Irma, yang ini Lely”, kata Fresty.

” Galih, kamu sudah kenal ya dengan Lely”.

Terlihat muka Lely agak kecut ketika melihat aku. Mereka bertiga kembali ke kamar. Lama juga aku di tinggal sendirian di ruang tamu.Mereka bertiga kemudian keluar kamar. Mereka membawa scarf sambil tersenyum-senyum centil.

“Galih, kita punya permainan nich. Pokoknya asik banget dech.”, kata Fresty.

“Asik lho”, Irma dan Lely nyeletuk.

“Permainan apa tuh ?”.

Fresty : “Permainan dengan scarf ini. Caranya, mata kamu aku tutup dulu pake scarf”. Aku mengangguk aja. Lely lalu menutup mata aku pake scarf.

“Terus bagaimana lagi ?”, aku bertanya.

Fresty : “Tenang aja. Ikut aku yuk..”. Aku dituntun mereka memasuki suatu kamar.

Fresty : “Kamu tiduran dulu dech di tempat tidur.

Irma, Lely kamu pegang tangan Galih”. Dengan mata tertutup, aku merasa Irma dan Lely memegang tangan aku, dan ternyata tangan aku diikat dengan scarf di setiap ujung tempat tidur.

“Fresty, kamu kok mengikat aku sih ?.

Lepasin donk”, pinta aku.

Fresty : “Inilah permainan seru itu. Namanya ‘BONDAGE’.

Ceritanya kamu sedang ditawan”. Terdengar mereka tertawa cekikikan. Penutup mata aku kemudian dibuka. Lely mendekat,

“Maaf ya Galih, permainan ini memang ide aku. Aku sangat kecewa waktu kamu mutusin aku. Sampai sekarang aku masih merindukan kamu”. Aku menjelaskan panjang lebar mengapa dia aku putusin, tapi Lely kelihatannya masih marah.

” Udah dech jangan banyak omong. Pake ini dulu ya…”. Lely mengikat mulut aku pake scarf.

Lely : “Kita mulai yuk. Aku udah nggak sabar nich”. Aku melihat, pelan-pelan Lely membuka baju, BH, rok dan celana dalamnya.

Terlihat toketnya yang besar dan aduhai dan vaaginanya. Fresty dan Irma juga tidak mau ketinggalan. Mereka bertiga terlihat telanjang bulat.

Dengan dibantu Fresty dan Irma, Lely membuka baju, celana jeans dan celana dalam aku. Penis aku jadi tegang tuh.

Lely : “Penis kamu boleh juga. Galih, aku ingin merasakan kehangatan dengan kamu”. Aku meronta mencoba melepaskan ikatan di tangan dan berusaha ngomong.

Tapi “Mmmmpphh”, hanya suara itu yang terdengar. Lely dan Fresty kemudian mengikat kaki aku di kedua ujung tidur.

Setelah itu terlihat Irma juga diikat di sebelah aku. Dengan nafsunya, Fresty menjilati vaagina Irma dan memasukan alat vibrator.

Lely lalu memasukan penis aku ke lubang vaaginanya dengan posisi Lely diatas aku. Dia menggerakan badan dengan pelan..pelan dan makin cepat ditambah dengan goyangan pinggul sambil mendesah.

Lely : “Aku baru terangsang kalo cowok terikat begini”. Terasa vagina Lely memijit penis aku dan juga ada cairan yang keluar.

“Aa..aach”, desahan Lely yang semakin keras merangsang penis aku jadi lebih tegang.

“Mmmmpphh” aku pun ikut mendesah. Terlihat keringat Lely membasahi tubuh. Karena sudah mencapai tingkat kenikmatan, terasa penis aku mulai menyemprotkan sperma.

Setelah itu, mereka bertiga bergantian mengulum-ngulum penis aku yang basah dengan sperma dengan nafsunya.

Fresty : “Kita rubah yuk posisi Galih”. Tidak beberapa lama, lalu mereka menutup mata aku lagi, dan melepaskan ikatan di tangan dan kaki.

“Fresty, sekarang giliran kamu. Kamu tiduran, biar nanti Galih yang meniduri kamu”.

Aku berpikir, posisi apalagi yang mereka lakukan. Lely dan Irma mengikatkan beberapa scarf di tangan aku ke belakang, ditambah beberapa scarf lagi untuk mengikat badan dengan tangan.

Tidak itu aja, mereka memakaikan scarf ke kepala aku, seperti jibab cewek. Sekarang posisi aku diatas, meniduri Fresty. Kedua kaki aku diikat dengan kaki Fresty. Penis aku mulai dimasukan ke vaagina. Dengan dibantu Lely dan Irma, badan aku digerakan dan digoyangkan.

Terdengar desahan Fresty, “Mmmmppphh” yang pelan. Ternyata Fresty juga diikat persis seperti aku tadi. Sebentar terasa, vagina Fresty mengeluarkan cairan yang hangat. Begitu juga penis aku, menyemprotkan sperma yang kedua.

Walaupun dalam posisi terikat, aku merasakan semua kenikmatan vagina ini. “Fresty, udah nggak tahan lagi ya…?” terdengar suara Irma.

Akhirnya mereka menyudahi permainan ini dan melepaskan semua ikatan, tapi kemudian mengikat kembali seperti pada posisi pertama, tanpa mulut diikat. Terlihat jam menunjukan jam 7 malam. Tidak terasa ternyata sudah 4 jam permainan ini.

Lely : “Galih, kamu menginap di sini aja ya ?”. Rupanya mereka masih mau menahan aku. Mereka segera memakai kembali BH dan celana dalam masing-masing.

“Mana semua pakaian aku ?”, aku kebingungan, karena nggak terlihat semuanya. Mereka malah tertawa, dan membiarkan aku berbugil ria.

Fresty : “Makanya kamu nginap aja di sini.

Besok baru aku kasih”. Mereka berbisik-bisik sambil tertawa cekikikan.

Fresty : “Begini aja, bagaimana kalo kamu aku pinjemin pakaian aku ?”, Lely dan Irma hanya tersenyum.

Fresty lalu membuka lemari. Lalu membawa pakaiannya. Ternyata Fresty membawakan BH, celana dalamnya. “Nih pakai”, katanya, diikuti Lely dan Irma yang cekikikan.

Mereka lalu memakaikan BH dengan menyumpalkan beberapa scarf ke BH serta celana dalam itu ke aku.

Irma :”Galih, kamu jadi seksi dech. Nggak kalah lho seksinya dengan kita…”.

Lely : “Kamu pakai gather-belt dan stockingaku juga ya..”. Meledaklah tertawa mereka semua.

Fresty : “Nah, kalo kamu pakai semua pakaian dalam cewek ini, aku jamin kamu nggak berani pulang, ha..ha..”. Setelah itu tangan dan kaki aku diikat lagi.

Lely : “Biar nanti tidur kamu nggak ngorok, pake ini dulu ya…”, Lely menyumpal mulut aku.

Fresty : “Rasanya nggak adil kalo kamu aja yang diikat.

Kita-kita juga akan diikat kok, seperti kamu”. Permainan ternyata masih berlanjut, sekarang mereka saling mengikat.

Lely mengikat Fresty dan Irma dengan scarf dengan posisi yang dinamakan “HOG-TIED”, yaitu mata, mulut, kaki diikat, lalu tangan diikat kebelakang ditambah dengan kepala ditutup. Dengan posisi tengkurap, kedua kaki diikat ke tangan menggunakan scarf.

Lely : “Galih, ini adalah tipe hog-tied. Memang sudah lama aku bermain bondage. Setiap aku mengingat kamu, aku selalu masturbasi dengan bondage.

Aku berfantasi kamu yang mengikat aku. Galih, terus terang aku terangsang banget sewaktu kamu aku ikat, dan memakaikan scarf di kepala kamu serta mata kamu yang tertutup”. Aku hanya bisa melihat, mereka meronta-ronta berusaha melepaskan ikatan.

Terdengar ‘Mmmmmpphh” dari mereka.

Lely : “Galih, kamu lihat khan? Fresty dan Irma sedang merasakan kenikmatan tersendiri dalam bondage. Sekarang aku mau lihat kamu berjilbab lagi. Aku juga mau berbondage ria, tapi kamu jangan lihat.

Maaf ya.. mata kamu aku tutup lagi “. Lely mengikat sendiri tubuhnya dengan posisi hog-tied dibantu kedua temannya. Kami semua terikat di tempat tidur Fresty. Memang besar sich, tempat tidurnya.

Walaupun mata aku tertutup, aku bisa merasakan mereka akhirnyaterlelah, dan tertidur tetapi masih masih dalam keadaan terikat. Akuberusaha melepaskan ikatan aku, maksudnya aku mau kabur, tapi ternyata mereka mengikat aku sangat kencang.

Aku cuma bisa pasrah menghadapicewek-cewek manis tersebut. Dalam keadaan mata tertutup dan keheningan malam, aku membayangkan apalagi yang akan mereka lakukan besok. Akhirnya aku tertidur juga.

Related Post