Cerita Bokep

Cerita Sex Nikmatnya Ngentot Dengan Memek Sempit

Namaku wahyu, aku bekerja di salah satu pabrik sepatu di kota Batang jawa tengah. Cerita yang aku ceritakan ini, cerita yang aku alami satu tahun yang lalu. Dulu aku tinggal sama keluarga kecilku di rumah dinas perhutani milik pemerintah tempat ayahku kerjas. Tetanggaku yang paling dekat sama keluargaku adalah depan rumah ku namanya Om Bagus dan Tante Indah dia punya anak dua yang satu usianya lima tahun dan yang paling kecil umurnya sekitar dua tahunan.

Saat aku kelas dua SMA, Om Bagus di tugaskan di luar kota selama Sembilan bulan lamanya. Sedangkan Tante Indah di rumah sama kedua anaknya dan bebisisternya. Aku sering main kerumah Om Bagus atau Tante Indah karna keluargaku sangat dekat dengan keluarganya Om Bagus, lama-lama timbul hasrat seksku karena aku sering melihat Tante Indah yang masih kelihatan sexi, cantik, bodinya juga gak kalah sama cewek ABG. Seringkali aku juga sering melihat Tante Indah sedang berganti baju saat di kamar dan tidak pernah menutup pintu kamarnya, dan pada saat mandi pun kadang pintu kamar mandinya juga jarang di tutup, pernah sesekali aku haus, dan minta minum dan aku ke belakang karna kulkasnya berada di belakang dan aku gak sengaja pernah lihat Tante Indah lagi asyik mandi.

Pada suatu ketika, aku sedang kerumahnya Tante Indah waktu itu pas kedua anaknya kebetulan sedang ikut bebisisternya di rumahnya dan nginap di rumah bebisisternya, Dan kebetulan Ayah saya pada waktu itu juga di tugaskan di luar jawa. Ibu dan kakak ku waktu itu juga ikut ayah ku , aku waktu itu hanya tinggal sendirian di rumah karna aku masih kelas dua SMA sedangkan kakakku baru semester 2 di universitas di kota Bandung dan sedang libur semester, jadi kakaku juga ikut kesana.

Tante Indah itu cantik, tinggi badan sekitar 165 cm, mempunyai pinggul yang besar, buah pantat yang bulat, pinggang yang masih ramping karena beliau sering olahraga dan ikut senam Ibu-Ibu, dan toketnya yang besar dan bulat (akhir-akhir aku baru sadar bahwa Tante Indah memakai BH ukuran 36B untuk menutupinya). Dengan tubuh yang seksi menantang, wajarlah jika Tante Indah menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki di kalangan remaja dan seumuranya.

Baca Juga: Bercumbu Dengan Pria Idaman

Pada sore hari aku lihat Tante Indah pulang, kelihatanya dia langsung mandi, dan tidak lama kemudian aku ingin ke kamar mandinya (kamar mandinya terletak di dalam rumah dan tidak ada siapapun dirumahnya Tante Indah). Di saat aku mau mengintip dia sedang mandi eh ternyata Tante Indah sudah selesai mandi dan udah memakai kimono tipis warna biru muda dengan handuk di pundak dan rambut yang diikat agak ke atas sehingga leher jenjangnya terlihat seksi sekali. Lanjut malam nya aku maen ke rumahnya Tante Indah, sebelum masuk rumah aku tanyain karna pintu kebuka,

“Malem Tante Indah,,?”, aku tanya agak sopan.

“Malem juga Mas Wahyu.. sini masuk..?” balasnya.

Akhirnya aku duduk tanpa ku sadari tiba-tiba dia langsung mencekal tanganku.

“Mas Wahyu..” tiba-tiba Tante Indah terlihat agak sedikit ragu-ragu.

“Ya Tante..?” Jawabku.

“Ehhh.. gak jadi deh..hehehehe” Jawabnya lagi sambil ragu-ragu.

“Kenapa Tante ada yang bisa ku bantu Tante,,? Tanya ku sambil bingung.

“Ehh… nggak kok, Tante cuma mau nanya..” jawabnya ragu-ragu lagi.

“Mas Wahyu di rumah lagi ngapain sekarang..?” tanya Tante Indah.

“Lagi bengong aja Tante gak ada temanya makanya aku kesini. Emangnya kenapa Tante..?” jawabku.

“Lagi mikirin apa sih mas kok bengong..?” tanya Tante sambil menyelidik.

“Owhhh tadi nonton filem bokep Tante”, kata saya yang tidak tahu dari mana tiba-tiba aku mendapat keberanian untuk bilang begitu.

“Bokep..? tanya dia agak kaget.

“Maksudnya Blue Film..?”

“Iya Tante.. emangnya ada apa Tante? Jawabku sambil malu jawabku.

“Ehh.. Mas Wahyu mau bantuin Tante gak..? Soalnya Tante agak takut sendirian di rumah. Misal kamu mau sambil nonton juga boleh kok boleh bawa kasetnya disini juga ada DVD. Bawa aja filmnya ke rumah, Tante juga punya beberapa film seperti itu. Nanti Tante temenin nontonnya deh”, kata Tante agak merajuk.

“Iya Tante,,, nanti aku temenin tapi gak papa aku sambil nonton filem Bokep Tante? Aku.

“Gak papa nanti malah aku pilihin dulu yang bagus-bagus..”jawab Tante Indah.

Sesuatu yang sangat aku impikan sejak lama untuk bisa berdua dengan Tante Indah. Hari ini aku akan berdua dengannya sambil menonton Film bokep atau porn dengan harapan bisa melihat keindahan seorang wanita yang aku puja-puja dari dulu, dan bahkan atau mungkin merasakan kenikmatannya juga.

Singkat kata ku langsung memilah-milah video yang bagus-bagus. Kemudian aku masuk rumah Tante Indah. Lalu aku nyalain lebih dulu video yang tadi yang aku tonton untuk ngelanjutin filemnya tadi. Beberapa menit kemudian Tante Indah masuk ke ruang tamu dan dengan wangi tubuh yang segar, apalagi rambutnya juga kelihatan basah seperti habis keramas. Aku melihat tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut kimono tipis merah yang agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa aku melihat puncak buah dadanya atau toketnya kayajnya dia tidak memakai BH. Tanpa kusadari, di antara getaran jantungku yang terasa mulai keras dan penisku mulai tegang. Dengan santai dia duduk tepat di sebelahku, dan ikut menonton film porn yang sedang aku tonton.

“Bagus-bagus ya mas pemeranya ..?” akhirnya Tante Indah komentar.

“Sejak kapan Mas Wahyu mulai nonton film beginian..? tanyanya.

“Udah dari dulu Tante..” kataku.

“Mainnya juga bagus dan tidak kasar, Mas Wahyu udah pernah melakukanya belum..? tanya tante sambil senyuman manja.

“Ya belum Tante. katanya temen-temenku sih enak. Emang kenapa Tante, mau ngajarin aku yah? Kalau iya boleh juga sih”, kataku langsung to the poin.

“Ah Mas Wahyu bisa aja, kamu kok jadi nakal yah sekarang..!” katanya sambil mencubit lenganku.

“Tapi bolehlah Tante ajarin kamu biar tahu rasanya”, dengan sambil melirik ke arahku dengan agak menantang.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba Tante Indah kepalanya di sandarkan bahuku. Seketika itu pula aku langsung kaget dan bingung karena belum pernah sama sekali melakukan perbuatan itu. Tapi aku hanya bisa pasrah saja oleh perlakuannya. Sebentar kemudian tangan Tante Indah sudah mulai mengusap-ngusap daerah tubuhku sekitar dada dan perut, rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya cukup membuat aku menjadi grogi. karena baru pertama kali aku diperlakukan oleh seorang wanita, apalagi wanita tersebut tidak lain adalah Tante Indah (wanita yang aku kagumi). Kejantananku langsung tegak lurus dan kuenceng sekali.

Kemudian Tante Indah mulai menciumi leherku, lalu turun ke bawah sampai dadaku. Sampai di daerah dada, dia menjilat-jilat ujung dadaku, secara bergantian kanan kiri. Tangan kanan Tante Indah juga sudah mulai masuk ke dalam celanaku, dan mulai mengusap-usap penisku yang lagi tegang dan keras.

Karena dalam keadaan yang sudah sangat terangsang, aku mulai memberanikan diri untuk membuka baju kimono yang Tante Indah pakai. Aku langsung meremas toketnya, dan aku pilintir-pilintir ujung dari toketnya yang berwarna agak kecoklatan dan sangat sensitif itu, kadang aku juga menyedot ujung-ujung tersebut sambil memainkanya pake lidahku.

“Ssshh.. ya situ sayang..nikmat” katanya setengah berbisik.

“Ssshh.. oohh..sssshhhhhhhhhhh……..ouhhhhhhhhhhhhh..”

Tiba-tiba Tante Indah memaksa lepas celana pendekku, dan diusap penisku. Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang sangat membara. Dan dia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulutku. Sambil berciuman tanganku mulai meraba ke bawah sampai pada permukaan celana dalamnya, dan mulai agak lembab. Aku melepaskan celana dalam Tante Indah, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan kemaluannya. Dia kelihatan agak kaget ketika merasakan jariku bermain di daerah seputar klitorisnya. Lama kelamaan Aku masukkan satu jariku,

“Aaahh.. sshh.. oohh.. terus sayang.. terus..” bisik Tante Indah.

Ketika jariku terasa aku masuk kan paling dalam, tubuhnya terlihat agak bergetar.

“Ya.. terus sayang.. terus.. aahh.. sshh.. ouhhh..oohh.. aahh.. terus.. saying ..sebentar lagi.. teruuss.. oohh.. aahh.. aarrgghh..” sambil berdesahTante Indah.

Seketika itu pula dia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. Aku merasakan bahwa tubuhnya agak bergetar kemudian baru aku tahu bahwa dia sedang mengalami orgasme. Beberapa saat tubuhnya gak bisa diam bergerak terus dengan hebat. Yang diakhiri dengan terkulainya tubuh Tante Indah yang terlihat sangat lemas di sofa ruang TV.

“Saya kapan Tante, kan saya belum..?” Aku.

“Nanti dulu yah sayang, sebentar.. beri Tante waktu untuk istirahat sebentar aja”, kata Tante Indah.

Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusap-usap bibir vaginanya sampai mengenai klitorisnya, aku dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang satunya. Sehingga rupanya Tante Indah juga tidak tahan menerima paksaan rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya. Sehingga sesekali terdengar suara desahan-desahan dari mulutnya yang seksi. Aku usap-usapkan kejantananku yang sudah sangat amat tegang di bibir kemaluannya sebelah atas. Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lubang kemaluannya. Pelan-pelan aku dorong kejantananku agar masuk semua.

Kepala penisku mulai menyentuh bibir vaginanya Tante Indah.

“Ssshh..ssshhhhh emhhhhhhhh” rasanya benar-benar tidak bisa kubayangkan sebelumnya.

Lalu Tante Indah mulai menyuruhku untuk memasukan penisku ke liang Vaginanya lebih dalam dan pelan-pelan.

“Aaahhhhhhhhh..”

baru masuk kepalanya saja aku sudah tidak tahan, lalu Tante Indah mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang penisku yang keras ini bisa masuk lebih dalam. Bagian dalam vaginanya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin karena sudah lama tidak dipergunakan. Namun Tante Indah tetap memaksanya masuk.

“Aaagghh..” rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kejantananku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar suara desahan Tante Indah.

Lalu Tante Indah menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di dalam vaginanya, yang membuatku semakin gila. Ia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan. Beberapa menit aku mengerakan gaya maju mundurku sangat cepat sekali, seperti ada sesuatu yang membuat liang kewanitaannya bertambah licin, dan makin lama Tante Indah terlihat seperti sedang menahan sesuatu yang membuat dia berteriak dan menggerang dengan sejadi-jadinya karena tidak kuasa menahannya.

Dan tiba-tiba penisku terasa seperti disedot oleh liang kewanitaan Tante Indah, yang tiba-tiba dinding-dinding kewanitaannya terasa seperti menjepit dengan kuat sekali. Aduuh.. kalau begini aku makin tidak tahan dan..

“Aaarrgghhhhhhhhhhhh.. sayaang.. Tante keluar lagii..”Tante Indah.

jeritnya semakin keras, dan makin basah di dalam vaginanya Tante Indah, tubuhnya mengejang kuat , Tante Indah benar-benar menggelinjang hebat, membuat gerakannya semakin tak karuan. Dan akhirnya Tante Indah terkulai lemas, tapi penisku masih tetap tertancap dengan mantap.

Aku mencoba membuatnya terangsang kembali karena aku belum apa-apa. Tangan kananku meremas toketnya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilintir-pilintir ujungnya dan kuusap-usap dengan ujung jariku. Sedang toketnya yang kiri kuhisap ujungnya dengan lidahku, dan ada yang keluar dari putingnya, ternyata asi.

“Ssshh.. shh..uhhh..emhhhhhhh” desahan Tante Indah sudah mulai terdengar lagi.

Aku memintanya untuk berganti posisi dari belakang. Awalnya dia menolak dengan alasan belum pernah bersetubuh dengan gaya itu, setelah aku beritahu alasanku, akhirnya dia mau juga dengan berpesan agar aku tidak memasukkan air maniku ke dalam vaginanya.

Aku langsung masukan penisku ke dalam liang vaginanya, pelan tapi pasti. Kepala Tante Indah agak menengok ke belakang dan matanya melihat mataku dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul. Sedikit demi sedikit aku coba untuk menekannya lebih dalam sampai pol terlihat sudah tertelan semuanya di dalam vaginanya Tante Indah, lalu aku mulai menggerakkan penisku perlahan-lahan sambil memainkan pantatnya yang bulat.

Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang kini meremas toketnya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya agar terlihat lebih merangsang dan seksi.

“Ssshh.. aarrgghh.. oohh.. terus sayaang.. terus.. aarrgghh.. oohh..” Tante Indah terus mengerang.

Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Indah merasa akan orgasme lagi sambil mengerang sangat keras sehingga tubuhnya kelihatan bergerak hebat, dan tangannya mengenggam sofa dengan sangat erat. Beberapa detik kemudian bagian depan tubuhnya jatuh terkulai lemas menempel pada sofa itu sambil lututnya terus menyangga pantatnya agar tetap di atas. Dan aku merasa penisku mulai berdenyut-denyut dan aku memberitahukan hal tersebut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, sehingga aku tidak berhenti menggerakkan pinggulku terus dengan keras dan cepat.

Aku merasakan tubuhku agak mengejang seperti ada sesuatu yang tertahan, sepertinya semua tulang-tulangku akan lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Indah dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang vaginanya Tante Indah. Mata Tante Indah terlihat agak terbelalak ketika merasakan ada cairan yang memenuhi bagian dalam dari vaginanya. Sesaat kemudian aku ambruk di atas tubuhnya, tubuhku terasa sangat lemas sekali. Setelah kami berdua merasa agak tenang, aku melepaskan penisku dari liang nikmat milik Tante Indah.

Dengan agak malas Tante Indah membalikkan tubuhnya dan duduk di sampingku sambil menatap tajam mataku dengan mulut yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan kemaluannya.

“Kok dikeluarin di dalem sih Mas Wahyu..? tanyanya dengan suara yang agak lemas.

“Tadi kan aku sudah bilang ke Tante, kalau punya saya berdenyut-denyut, tapi Tante nggak ngejawab sama sekali..” kataku membela diri.

“Ya kan terasa kalau sudah mau keluar..” katanya.

“Aku mana tahu rasanya kalau mau keluar.. ini kan yang pertama buat saya. Jadi saya belum tahu rasanya..” jawabku.

“Terus entar kalau jadi gimana?” katanya lagi.

“Nggaakk tahu Tante..” jawabku dengan suara yang agak terbata-bata karena takut dengan resiko tersebut.

“Ya sudahlah.. tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru dicabut dan dikeluarkan di luar ya..?” katanya menenangkan diriku yang terlihat takut.

“I.. iiya Tante..” jawabku sambil menunduk.

Lalu Tante Indah berdiri menghampiri video dan TV yang masih menyala, dan mematikannya. Kemudian mengajakku pindah ke kamar untuk tidur. Akhirnya kami tertidur pulas sampai pagi sambil saling berdekapan dalam keadaan polos tanpa pake baju.

Itulah awal bersama Tante Indah. Selama hampir 1 tahun Tante Indah memberi ku banyak pelajaran dan kenikmatan yang sangat luar biasa. Terkadang jika Tante Indah sedang sangat menginginkannya, aku selalu siap melayaninya, kecuali jika keadaanku sedang tidak fit atau sedang ada keperluan keluarga atau sekolah. Dan jika aku yang sedang menginginkannya, Tante Indah sangat tidak keberatan melayaniku.

Related Post