Cerita Bokep

Bermain Dengan Mantan Kekasihku

Siapa sangka aku dapat bertemu mantan pacarku setelah hampir 6 tahun aku tidak bertemu dengannya. Padahal dulu kami begitu dekat bahkan kami pernah melakukan hubungan intim, tapi aku menghianatinya setelah hampir 3 tahun aku menjalin hubungan dengannya, ya aku menikah dengan seorang pria pilihan orang tuaku.

Padahal kala itu aku juga masih sangat mencintainya tapi aku tidak dapat menolak permintaan kedua orang tuaku. Dengan alasan masih ada hubungan saudara jauh dan tidak ingin jalinan saudaranya tidak terputus maka mamaku menjodohkan aku dengan suamiku itu, kalau ayahku hanya menuruti saja apa yang di hendaki mamaku dan diapun tidak dapat menolak keinginan mama itu.

Hingga akhirnya aku putus dengan Rizki pacarku, dan dia biasa memanggilku dengan panggilan sayang  padahal nama asliku Helen. Aku begitu mencintainya dan tidak salah ketika kami bertemu setelah beberapa tahun tidak pernah sekalipun bertemu aku langsung merasakan dejavu padanya. Bahkan aku langsung memeluk Rizki ketika kami pertama kali bertemu lagi.

Dengan saling tukar nomor handphone, aku langsung melepasnya dan melihatnya pergi begitu saja. Tapi aku tahu kalau Rizki kala itu juga merasakan hal yang sama padaku, karena sebelum pergi dia terus menatapku dengan tatapan penuh kerinduanku. Begitu juga ketika aku berlalu dari hadapannya dia msih melekat melihat aku yang sudah menjauh darinya.

Baca Juga: Tetangga Amoy Yang Menggoda

Setelah beberpa hari setelah pertemuan itu, akhirnya dia menghubungi aku. Dan kamipun janji akan bertemu di sebuah cafe tempat kami nongkrong dulu, tidak dapat aku pungkiri kalau aku begitu senang kala itu. Dengan menggunakan pakaian yang menjadi pilhan setelah beberapa kali aku mencoba baju lainnya, dan segera aku berdandan karena ingin kelihatan segar di depan Rizki.

Sampai di cafe yang telah di janjikan akhirnya aku dapat bertatapan dengannya lagi, Rizki tersenyum ketika melihatku sudah menunggunya. Lalu dia duduk tepat di depanku sambil berkata ” Kamu masih kayak dulu.. nggak berubah… ” Aku tertunduk malu ” Maaf ya.. meskipun telat.. ” Dia memegang taganku dan berkata ” Tidak ada kata telat untuk meminta maaf.. ” Semakin malu aku di buatnya.

Kami lama mengobrol di tempat itu sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai yang cukup jauh dari kotaku. Namun begitu Rizki menanyakan padaku apa bisa aku ke sana, aku langsung menjawab iya karena aku tidak ingin mengecewakannya dan aku sendiri masih ingin lama-lama bersamanya. Kamipun berangkat dengan mobil Rizki karena aku memang tidak menggunakan mobil.

Sesampainya di sana bukan berjalan di pantai melihat pemandangannya, tapi Rizki langsung mengajakku masuk kedalam hotel. Dan aku tidak menolaknya sama sekali, mungkin sudah gelap mataku kala itu atau karena aku memang pernah melakukan adegan layaknya dalam waktu masih berpacaran dengan Rizki  dulu. Tanpa malu aku mengikutinya dari belakang.

Ketika jalanku begitu pelan, Rizki  langsung menarik tanganku dan menggandengnya dengan mesra seperti waktu kami pacaran dulu. Sampai di dalam kamar kami langsung berpelukan dengan eratnya ” Aku kangen kamu … sungguh.. ” Kata Rizki membuatku merasa kenangan masa lalu kembali hari itu, ketika dia masih memanggilku dengan panggilan seperti itu.

Dengan memeluk sambil menciumku membuat aku melakukan hal yang sama pada Rizki . Aku terdiam ketika dia menarik daguku kemudian melumat mesra bibirku, saat itu juga aku balas dengan bermain lidah di dalam rongga mulutnya. Rizki semakin mendekatkan wajahku pada wajahnya kemudian dia melumat habis bibirku sambil tangannya bermain di tubuhku dia raba dengan lembutnya.

Saat itulah kamipun bergumul di atas tempat tidur dengan menyibak rambutku yang menutupi wajahku kemudian Rizki mencium bibirku kembali. Dengan satu tangannya diapun membuka bajuku dan dalam sekejap aku tidak lagi memakai baju, terlihat bentuk tubuhku dan mulusnya kulitku. Hingga akhirnya Rizki  melepas bajunya juga dan nampaklah kontolnya yang sudah berotot.

Langsung saja aku pegang kontol Rizki dengan lembutnya kemudian aku usap dengan tanganku. Aku lihat Rizki menikmatinya karena dia membelai rambutku dengan lembutnya, bahkan terkadang dia menunfukan kepalanya untuk menyentuh bibirku setelah dia kulum sebentar lalu kembali berdiri tegak sedangkan aku terus melakukan adegan tersebut.

Setelah lama melakukan hal itu, akhirnya Rizki menyuruhku untuk merebahkan diri di tempat tidur ” Kita lakukan sekarang ya sayang… ” Aku hanya mengangguk sambil rebahan dengan perlahan pada kasur hotel, kemudian Rizki merangkak dan menindih tubuhku dengan menuntun kontolnya untuk berusaha menyelinap pada lubang memekku dan bleep masuklah kontol itu.

Akhirnya Rizki melakukan gerakan maju mundur seperti pemain dalam adegan Akupun mendesah ” Oogghhhh…ooghhh….terus…sayang… aaaaghh… ” Aku mendesah karena nikmatnya goyangan pantat Rizki pada memekku, aku berpegangan pada lengannya yang kuat lalu aku daratkan ciumanku pada tangan dan lengannya juga karena aku memang begitu kangen pada Rizki.

Gencar juga Rizki bergoyang di atas tubuhku sampai akhirnya aku mengerang saking nikmatnya ” OOuughh… Rizki … aaahh… aku.. nggak.. kuat.. aaaahhh.. ” Mendengar kataku Rizki semakin cepat menghetakan kontolnya pada lubang memekku, hingga akhirnya diapun mendesah ” Ooggghh…aku… keluarin.. ya.. aaahh..” Katanya.

Setelah dia berkata seperti itu tidak berapa lama kemudian aku merasakan memekku penuh dengan larva hngat yang keluar dari dalam kontol Rizki. Semakin dalam dia menekan kontolnya pada memekku bahkan sampai-sampai aku merasa tubuhku tidak dapat menahan tubuhnya yang lunglai di atas tubuhku, namun karena saking puasnya melakukan adegan dengan Rizki  aku peluk tubuh Rizki dengan mesranya.

Related Post