Cerita Bokep

Aku Nafsu Melihat Adik Pacarku

Cerita dewasa ini adalah kisah nyataku memperkosa cewek sebut saja namanya Calista. Calista adalah adik pacarku, cewekku itu telah mengkhianatiku sehingga timbul niatan yang tidak baik di diriku untuk membalas. Tetapi karena aku dengan cewekku beda kota, jadinya niat itu agak sulit terwujud. Namun Calista adik dari pacarku itu kebetulan kuliah di Jogja, sama seperti tempat menetapku sekarang. Keinginan balas dendam untuk memperkosa adik pacarku tersebut mulai kurencanakan.

Calista adalah cewek manis berumur 19 tahun, dan aku sendiri berumur 24 tahun. Calista menganggapku sebagai kakakknya, karena dari dulu Calista sangat menginginkan punya kakak laki – laki, sedangkan mereka hanya 2 bersodara, begitu juga aku yang menginginkan seorang adik cewek, pada mulanya kami sering pergi bareng, bahkan Calista pernah menunggui aku ketika aku mengalami sakit parah di RS, tetapi kembali lagi bahwa tidak ada niatan dan rasa apa-apa, karena kami selalu menganggap bahwa kami adalah saudara kandung.

Oh iya Calista cewek dengan tinggi sekitar 165cm, dengan berat 45 kg, cukup kurus memang, wajah spesifik khas orang jawa, ya mirip-mirip Anggun C. Sasmi dengan potongan rambut pendek lah tonjolan di dadanya tampaknya cukup kecil dengan ukuran 32b.

Setelah mengetahui aku dikhianati oleh cewekku, maka timbul niatan didalam hatiku untuk membalas cewekku itu, namun aku bingung bagaimana caranya, disaat aku melamun mencari cara untuk membalas, tiba-tiba terdengar bunyi dering SMS, yang ternyata dari Calista, Calista pingin tanya tugas ujian yang akan ditempuhnya, maklum karena aku adalah asisten dosen, sehingga Calista sering banyak tanya ke aku.

Baca Juga: Bu Erni Yang Baik

Lalu aku menjawab sms tsb, “ Ya udah kamu ke sini aja, nanti aku ajarin, kira-kira 1 jam lagi ya, karena aku mau mandi dulu.”

Karena saat itu Calista mau datang, aku bergumam kalau “Nah ini aja cara untuk balas dendam ke Clara ( nama kakak dari Calista )” dengan cepat aku siapkan handycam dan aku pasang sedemikian rupa sehingga tidak kelihatan oleh orang yang tidak tahu, kemudian aku langsung keluar naik motor membeli obat perangsang untuk wanita. Semua persiapan sudah dilakukan, tinggal menunggu kesempatan saja.

Tepat jam 2 siang dirumahku, “ting-tong” bel berbunyi, pintu dibukakan oleh adikku, Calista kupersilakan masuk, tetapi aku masih bingung bagaimana akan menikmati tubuh Calista, karena orang tua dan adikku ada dirumah, sambil berpikir keras mencari cara, ternyata tiba-tiba ada telepon dari nenekku kalau ada rapat keluarga mendadak membahas masalah warisan, biasanya orang tuaku selalu mengajakku untuk nyopir, tetapi karena sedang ada Calista, maka akhirnya adikku yang menyopir. “Kebetuan sekali” gumamku, sambil menutup pagar setelah mereka pergi, aku menyiapkan segelas teh yang tentunya udah kuberi dengan obat perangsang yang tadi aku beli. Dosisnya kuberi agak banyak untuk jaga-jaga kalau Calista minum sedikit, karena Calista sangat haus, maka Calista langsung menghabiskan teh itu, karena kebanyakan dosis Calista malah pusing dan langsung pingsan.

Aku tipikal orang yang tidak bergairah jika menyetubuhi cewek yang lagi tidur, maka aku ambil seutas tali, tangan kiri dan kanan aku ikat di pojok tempat tidur, kaki aku biarkan saja, supaya nanti ada sedikit usaha untuk menikmati tubuhnya..setelah persiapan selesai, Calista aku bangunkan dengan memerciki air ke wajahnya, akhirnya Calista terbangun, Calista berteriak

“ Mas apa2an ini??!!??”, sambil meronta – ronta.

“Gak apa-apa Lis, kamu belom pernah ngrasain surga dunia kan?, kamu akan aku kasih gratis Lis, kamu harusnya bangga lho Lis, soalnya gak semua cewek bisa nikmatin kaya gini, cewek – cewek lain tunggu mereka nikah” jawabku.

Lalu Calista memohon,

”Aku mau diapakan mas? Jangan mas” mulutnya langsung kubekap dengan bibirku, aku ciumi bibirnya secara liar.

Tampaknya Calista belum terangsang dan masih menolak membalas ciumanku, langsung aku cium lehernya dengan liar, Calista agak sedikit merasa geli campur kenikmatan, dengan tangan yang terikat Calista tetap berteriak, “Jangan Mmmmaaasshh, mmmhhh, ahhhh, janghhggaannn.”

Karena Calista mulai mendesah, tanganku mulai bergerilya, mula-mula aku remas-remas punggungnya, sambil tetap kuciumi leher dan tengkuknya, tanganku masih memain – mainkan punggungnya biar tali BHnya lepas, dan tak lama setelah itu tali BHnya pun lepas, aku udah tidak tahu lagi apa yang Calista teriakkan, karena diriku udah terkubur oleh nafsu, perlahan-lahan tanganku mulai kedepan sambil tetap meremas, namun kupindah kebelakang lagi, dengan permainan lidahku dilehernya, tampaknya udah membuat Calista lupa ingatan, mungkin karena pengaruh perangsang tadi, Calista tanpa sengaja mendesah,

“Janggann mmmassshh, mmmppphhh, jaangann, jangan, hentikaann, ahhh, jangan hentikan, ahh teruss” tanpa sengaja Calista berusaha untuk memutar badannya.

Tampaknya malah Calista yang menginginkan payudaranya diremas, karena dari tadi aku hanya meremas punggungnya, aku bergumam “bentar lagi kena kamu“ akhirnya Calista udah tidak tahan lagi, badannya memutar dadanya langsung diarahkan ke tanganku, tetapi tetap kupermainkan Calista, tidak langsung aku pegang payudaranya. Karena pengaruh obat perangsang tadi,

Calista malah memohon dengan suara memelas, “Please mas….tolong aku…, pegang susuku, remas, dan cium…tolong mas…jangan hentikan….”

Calista masih kupermainkan, payudaranya tidak langsung aku pegang, setelah berkali-kali aku mendengar rintihannya, langsung kulepas kaosnya. Pada mulanya aku bingung gimana cara melepasnya, karena tangannya terikat, tanpa pikir panjang langsung aku ambil gunting di dekat kasur, yang rencananya akan digunakan untuk mengancam, langsung aku gunting bajunya dan BHnya, karena aku udah tidak tahan lagi, langsung aku jilat putingnya yang kanan, dan yang kiri aku remas, sambil aku mainkan Putingnya dengan jari, Calista yang saat itu masih terhanyut dalam obat perangsang tiba-tiba agak tersadar dan berteriak, “Mas…kenapa ahh mas ahh lakukan ini?? Ahh..ahh”

Kujawab “Karena aku sayang kamu, jadi kuberi kamu kenikmatan yang cewek lain gak bisa nikmatin, bahkan mbak kamu aja gak pernah lho…” sambil bergantian kiri kanan menjilat Putingnya, tanganku yang satunya lagi bergerilya kebawah.

Calista saat itu masih memakai celana jeans. Aku buka pengait di jeansnya, terlihat saat itu Calista masih agak memberontak, karena meskipun fisiknya menerima rangsangan yang hebat, namun hatinya masih menolak karena disetubuhi orang yang Calista anggap kakak kandungnya sendiri, kakinya berusaha menendang – nendang, tetapi justru itu memudahkan bagiku untuk melepas jinsnya, dengan cepat aku tarik jinsnya sehingga Calista kini hanya tinggal menggunakan celana dalam saja..sambil menjilati Putingnya, dengan cepat kutarik cdnya dengan cepat, bahkan mungkin cdnya robek karena aku menariknya kuat – kuat.

Kini Calista udah telanjang bulat, melihat Calista telanjang bulat, aku langsung bangun dan memandangi wajah Calista dengan tangan terikat, tanpa benang sehelaipun, Calista saat itu langsung menangis, mungkin merasa malu karena tubuhnya yang telanjang bulat dilihat oleh cowok yang dianggapnya kakak sendiri. Dengan cepat aku langsung melepas seluruh pakaianku sehingga aku juga telanjang bulat, melihat aku telanjang, Calista langsung menjerit, dan merem melek, liat penisku. Penisku sih kayaknya standar saja, karena ukurannya 14 cm, tapi karena Calista itu dasarnya orang yang tidak aneh – aneh, dan bisa dikatakan lugu, maka dia tetap kaget.

Calista memohon “mas…jangan mas, aku itu sayang mas, dan kuanggap sebagai kakakku sendiri, kenapa mas tega lakukan ini??”…

“ Lis…aku juga sayang kamu, makanya kamu kuberi hadiah yang tidak bakal terlupakan, sudah kamu nikmatin aja ya Lis,” ujarku.

Bibirku langsung cepat melumat bibirnya dengan memeras dan memilin Puting susunya, Calista mulai mengerang,

“Ahhh…ahh…mmmhhh”

Ciumanku mulai menurun ke arah Puting susunya, dan mulai kebawah lagi hingga ke liang kenikmatannya, sambil tetap memeras dan memilin – milin susunya, aku mencoba menjilat vaginanya ( jujur aja saat itu aku juga baru pertama kali melakukannya ) pertama aku juga agak jijik dan sedikit mual, tetapi karena reaksi yang diterima Calista menunjukkan respon positif dengan mendesah agak keras, maka aku juga semakin berani menjilat-jilat kekiri dan kekanan di lubang kenikmatannya. Calista saat itu udah merem melek merasakan nikmat, sambil terus mendesah,

“Mmmphhh….ahhhh….ammpphh…aahhh…mmmphh”

Karena merasa udah sedikit aman, aku mencoba melepas ikatan tali ditangannya, untuk melihat respon dia yang sudah terangsang, ternyata yang dilakukan sama Calista secara tidak sengaja malah membimbing tanganku untuk memilin – milin Putingnya sambil berteriak,

“Terrusss maasss….mmmpphhh,,,..aahhh…”

Selama 15 menit aku jilat lubang kenikmatannya tiba-tiba dia memegang tanganku dengan kencang sekali, tubuhnya kaku, dan dia menggelinjang hebat sambil berteriak,

“Kepalanya jangan disitu mas…..aku mau ngeluarin…”

Aku gak perduli dan tetap menjilat – jilat, sampai akhirnya dia orgasme banyak sekali sampai mulutku blepotan terkena cairan kenikmatannya..

”Ahhh…ahhh…ahhh” dia berteriak sambil menggelinjang.

Beberapa saat setelah Calista orgasme dengan hebat, Calista langsung memeluk badanku, tampaknya Calista udah tidak perduli lagi… Langsung kesempatan itu aku lakukan dengan berusaha memasukkan penisku kedalam vaginanya, karena dia habis orgasme, maka vaginanya masih terdapat banyak cairan, karena aku udah tidak tahan lagi, sambil memeras dan menjilat Putingnya, aku mencoba memasukkan penisku.

Calista yang saat itu udah mulai sadar dari kenikmatannya langsung berteriak,

“Jangan dimasukkan mas…aku mohon, aku lakukan apapun biar mas bisa merasakan enak, apapun mas…”

“Bener nih??” tanyaku.

“Iya mas, apapun, aku juga janji gak bakal cerita sama siapapun mas…” timpalnya.

Setelah itu aku cium bibirnya dengan penuh kelembutan, Calista pun mau membalas ciumanku, kujulurkan lidahku di bibirnya, dan dia membalas dengan saling menjulurkan lidah, kami saling berciuman hebat selama 10 menit, sambil berciuman tanganku tetap meremas dan memilin Puting susunya, sehingga Calista udah mulai terangsang kembali, sambil terus mendesah aku terus menciumi lehernya hingga kebawah, tampaknya Calista udah mulai tidak perduli atas perkosaan yang dialaminya, mungkin karena pengaruh obat perangsang, Calista terus mendesah, dan mendesah, desahan-desahan yang kudengar sangat membuat nafsuku semakin tinggi, aku mulai semakin turun menjilat vaginanya kembali, dan vaginanya udah mulai basah kembali, karena sudah mulai terangsang, aku mencoba kembali untuk memasukkan penisku, Calista agak tersentak kaget,

“Mas aku mohon..jangan mas”, teriaknya.

“Cuma menggesek-gesek kok Lis, gak apa – apa, gak bakalan masuk”, jawabku..

Lalu Calista mengiyakan, dengan menggesek-gesekan penisku ke lubang kenikmatannya, membuatku leluasa menciumi lehernya sambil meremas dan memilin Putingnya, kadang aku memberhentikan gesekanku, tetapi malah Calista menggoyang pinggulnya supaya klitorisnya mengenai penisku, dan hal tersebut berlangsung selama 15 menit, karena Calista sudah tidak tahan atas rangsangan yang begitu hebat, maka secara tidak sadar Calista terlena dan berbisik kepadaku,

“Mas…akkhhh akkuu, uddaah gak tahaan..akkhhh, massukkin aja mas…sssshhh”

Cerita Sex Terpanas, Cerita Sex Kisah Nyata, Cerita Sex Perkosaan, Cerita Hot, Cerita Dewasa, Cerita Bokep, Cerita Mesum, Kumpulan Cerita Hot

Mendapat lampu hijau aku langsung mencoba untuk masukin, karena aku pada dasarnya juga belum melakukan seperti itu, maka aku coba masukin secara pelan-pelan, lubangnya sempit sekali, karena memang Calista masih perawan. Aku coba terus menerus dan berusaha sekuat tenaga, Calista berteriak

“Pelan-pelan Mas”

Selama hampir 5 menit aku mencoba juga belum masuk – masuk, akhirnya dengan perjuangan sekuat tenaga blessshhh, penisku berhasil masuk ke vaginanya.

“Ahhh… sakit mas“, Calista memekik.

Keluar darah segar dari vagina Calista tanda keperawanannya telah bobol.

“Sakitnya cuma sebentar sayang, habis itu enak sekali” jawabku.

Aku terus memompa batang penisku di lubang kenikmatan Calista, aku merasakan penisku dipijit-pijit oleh lubang kenikmatannya, rasanya nikmat sekali, benar-benar merasakan surga dunia, Calista pun juga tampak menikmatinya sambil mendesah,

“Ahhhkk…ahhh…ahh…teruss mass..ssshh…mmmhh, jangann berrhenti…ahhkk, ennaakk sekali mass…”

“Sepeti surga dunia kan Lis?” tanyaku..

“Iyyaa…ahhkk..masshh..” jawab Calista..

Aku terus memompa dengan sangat cepat sekali, sampai payudara Calista bergerak naik turun..suatu pemandangan yang sungguh indah melihat Calista telanjang bulat sedang aku setubuhi..setelah 25 menit aku memompa, tiba-tiba badan Calista kembali kaku, mengejang, dan menggelinjang dengan hebat tanda Calista sudah mau orgasme…langsung kupercepat kocokanku supaya aku juga dapat ngluarin bareng.. tetapi karena Calista udah tidak tahan maka dia berteriak,

“Maasss…..eennaakk sekaalii…aku mau keluarin.”

Calista orgasme untuk yang kedua kalinya, aku merasakan ada cairan panas di kepala penisku, aku tetap mengocok tubuh Calista sehingga selang beberapa saat aku juga mau orgasme.

”Lis aku juga mau keluar…” kataku

Langsung aku keluarkan di dalam rahim Calista, Calista merasakan ada cairan hangat yang masuk kerahimnya, setelah orgasme, kami berdua saling berpelukan cukup lama, dan aku membiarkan penisku berada di liang vaginanya…

Entah apa yang berada di dalam pikiran Calista, sehingga dia hanya terdiam seribu bahasa, lalu aku kecup keningnya sambil berkata, “Gimana Lis? Enak kan ? “

Dia mengangguk dengan mata yang agak sembab, mungkin dalam hati kecilnya dia agak menyesal atas apa yang terjadi, tetapi dia tidak bisa menahan keinginan fisik dan nafsunya untuk disetubuhi..akhirnya kami tertidur dalam keadaan telanjang, sampai akhirnya kami kaget dengan bunyi bel tanda ortuku dan adikku pulang..Saat itu kami panik, kami berdua masih telanjang, sedangkan baju Calista udah robek semua terkena gunting…cdnya juga udah robek..

Setelah pintu digedor beberapa lama namun kami tidak membukakan karena masih bingung akan pakai pakaian apa Calista nanti, Calista langsung kusuruh sembunyi di lemari pakaian, dan aku pura – pura dari kamar mandi.

“Kenapa pintunya lama sekali dibuka ?“ tanya ayahku.

“Oh maaf, tadi aku baru mandi pi,“ jawabku.

“Lho Calista mana ? kok motornya masih disini ?” tanya ibuku.

“Oh tadi ketempat temennya di dekat sini aku yang anterin mam, terus nanti aku jemput. Lho papa mama kok udah pulang ?“ tanyaku.

“ Oh ini ada yang ketinggalan berkas sertifikat rumah, bentar lagi juga berangkat“ Jawab ayahku.

Cerita Sex Terbaru – “Yes“ gumamku dalam hati, masih ada kesempatan untuk bisa lepas dari masalah ini. Setelah ortuku berangkat, aku buka pintu lemari, dan aku bilang ke Calista kalau semuanya sudah aman. Aku kembali mencium keningnya, mulut kami saling berpagutan dan akhirnya saling bersetubuh kembali sampai 1 jam lamanya, entah berapa kali dia orgasme, yang jelas aku merasakan orgasme sampai 3 kali, Calista tampaknya benar-benar menikmati persetubuhan ini. Setelah itu akhirnya Calista pulang dengan pinjam kaosku, setelah kejadian itu kami tidak pernah saling kontak, dan komunikasi. Tapi setelah kejadian itu, Calista malah punya pacar, dan dia membuka diri untuk berhubungan dengan cowok, tidak seperti dulu yang tidak bisa menerima cowok, mungkin karena ketagihan kali ya?

Tetapi setiap mengingat desahan dan goyangan Calista membuatku langsung dibakar nafsu..Calista benar-benar hebat untuk pengalaman pertamaku, aku menyesal kenapa dia tidak kujadikan pacar saja, karena kalo dia pacarku bisa jadi aku merasakan kenikmatan setiap saat.

Related Post